Jakarta – Bitcoin membukukan penurunan paling tajam dalam hampir empat bulan karena para investor bergerak untuk mengunci keuntungan menyusul reli lebih dari 150 persen pada 2023.
Kripto terbesar ini tenggelam sebanyak 7,5 persen pada Senin, 11 Desember 2023 penurunan intraday terbesar sejak 18 Agustus. Dengan indeks 100 aset digital terbesar Bitcoin mengalami penurunan terbesar sejak 22 November.
Salah satu pendiri Digital Asset Capital Management yang berbasis di Sydney, Richard Galvin mengatakan leverage pasar kripto telah meningkat secara signifikan.
“Penurunan yang terjadi saat ini terlihat seperti pasar melakukan deleveraging dibandingkan dengan katalis berita fundamental,” kata Galvin, dikutip dari Yahoo Finance, Selasa (12/12/2023).
Bitcoin mengalami penurunan tahun ini karena ekspektasi regulator akan memberikan lampu hijau untuk dana yang diperdagangkan di bursa AS pertama yang berinvestasi langsung dalam token, sehingga memperluas basis potensial investor kripto.
Taruhan Federal Reserve (the Fed) akan menurunkan suku bunga pada 2024 juga membantu mendorong kenaikan tersebut.
Investor bersiap minggu ini untuk data inflasi AS dan pertemuan kebijakan akhir The Fed pada 2023, yang keduanya dapat menguji taruhan agresif pada penurunan suku bunga. Saham-saham global dan ekuitas berjangka AS beragam pada Senin karena indeks dolar meningkat, sebuah tanda sentimen hati-hati.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Harga Kripto pada 11 Desember 2023
Sebelumnya diberitakan, harga Bitcoin dan kripto teratas lainnya terpantau alami pergerakan yang beragam pada Selasa (12/12/2023). Mayoritas kripto jajaran teratas terpantau kembali berada di zona merah.
Berdasarkan data dari Coinmarketcap, kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) kembali melemah. Bitcoin turun 5,74 persen dalam 24 jam dan 1,49 persen sepekan.
Saat ini, harga bitcoin berada di level USD 41.181 atau setara Rp 644,6 juta (asumsi kurs Rp 15.654 per dolar AS).
Ethereum (ETH) turut melemah. ETH turun 5,44 persen sehari terakhir dan 0,47 persen sepekan. Dengan begitu, saat ini ETH berada di level Rp 34,78 juta per koin.
Kripto selanjutnya, Binance coin (BNB) masih menguat. Dalam 24 jam terakhir BNB naik 2,34 persen dan 5,46 persen sepekan. Hal itu membuat BNB dibanderol dengan harga Rp 3,83 juta per koin.
Kemudian Cardano (ADA) kembali masih di zona merah. ADA merosot 7,07 persen dalam 24 jam terakhir,tetapi masih menguat 36,24 persen sepekan. Dengan begitu, ADA berada pada level Rp 8.636 per koin.
Harga XRP
Adapun kripto Solana (SOL) kembali lesu. SOL ambles 5,38 persen dalam sehari, tetapi masih menguat 14,49 persen sepekan. Saat ini, harga SOL berada di level Rp 1 juta per koin.
XRP terpantau kembali berada di zona merah. XRP anjlok 6,19 persen dalam 24 jam dan 0,53 persen sepekan. Dengan begitu, XRP kini dibanderol seharga Rp 9.707 per koin.
Koin Meme Dogecoin (DOGE) kembali melemah. Dalam satu hari terakhir DOGE turun 7,47 persen, tetapi masih menguat 3,83 persen sepekan. Ini membuat DOGE diperdagangkan di level Rp 1.474 per token.
Harga kripto hari ini stablecoin Tether (USDT) dan USD coin (USDC) sama-sama menguat 0,01 persen. Hal tersebut membuat harga keduanya masih bertahan di level USD 1,00
Sedangkan Binance USD (BUSD) menguat 0,01 persen dalam 24 jam terakhir, membuat harganya masih berada di level USD 1,00.
Adapun untuk keseluruhan kapitalisasi pasar kripto hari ini berada di level USD 1,55 triliun atau setara Rp 24.262 triliun.
Bank Sentral Inggris Usulkan Peraturan Lebih Ketat untuk Stablecoin
Sebelumnya diberitakan, stablecoin telah mendapatkan daya tarik yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir karena potensinya dalam mengurangi volatilitas yang sering dikaitkan dengan mata uang kripto seperti Bitcoin.
Dilansir dari Coinmarketcap, Kamis (7/12/2023), ada kekhawatiran mengenai stabilitas dan keamanan Stablecoin telah mendorong badan pengawas di seluruh dunia untuk mempertimbangkan kembali pendirian mereka mengenai penerbitan dan pengelolaannya.
Proposal baru Bank Sentral Inggris (BoE) mencerminkan sentimen hati-hati yang diungkapkan oleh Federal Reserve awal tahun ini ketika memperingatkan terhadap model bisnis stablecoin tertentu.
Model yang dimaksud melibatkan stablecoin yang didukung oleh sekumpulan aset, termasuk mata uang tradisional dan sekuritas. Sedangkan pendekatan ini bertujuan untuk menjaga kestabilan nilai mata uang digital. Hal ini juga menimbulkan kompleksitas dan potensi risiko yang dianggap mengkhawatirkan oleh regulator.
Inti masalahnya terletak pada sifat stablecoin yang didukung aset ini, di mana penerbitnya memiliki cadangan aset untuk menjamin nilai stablecoin tersebut.
Proposal Bank Sentral Inggris berupaya untuk memperketat pengawasan peraturan terhadap penerbit stablecoin dengan mewajibkan persyaratan cadangan dan praktik manajemen risiko yang lebih ketat.
Peraturan yang diusulkan akan menuntut peningkatan transparansi dari penerbit stablecoin mengenai komposisi cadangan aset mereka. BoE berpatokan terhadap mata uang tradisional tetap aman.
Selain itu, BoE bertujuan untuk menerapkan stress test dan audit rutin untuk menilai ketahanan penerbit stablecoin terhadap fluktuasi pasar. Sementara beberapa pihak berpendapat peraturan yang diusulkan ini merupakan langkah penting untuk menjaga stabilitas keuangan.







ma1_izei
Поделитесь опытом: что чаще всего разочаровывает в работе с [url=https://marketingovoe-agentstvo-1.ru]маркетинговое агентство[/url]?