Advertisement

Realisasi Investasi Semester I-2023 Mencapai Rp 678,7 TriliunInvestasi

Realisasi investasi pada semester I-2023 tercatat tumbuh 16,1 persen dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya. Stabilitas ekonomi dan politik diharapkan tetap terjaga selama semester II-2023 agar target investasi bisa tercapai.

Kementerian Investasi melaporkan, total investasi selama semester I-2023 terealisasi senilai Rp 678,7 triliun atau naik 16,1 persen secara tahunan. Sementara pada kuartal II-2023 realisasi investasi mencapai Rp 349,8 triliun atau naik 15,7 persen secara tahunan dan 15,7 persen dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

Perolehan selama satu semester ini mencapai 48,5 persen dari target investasi yang ditetapkan pemerintah pada tahun 2023 senilai Rp 1.400 triliun. Adapun selama tahun 2022, realisasi investasi mencapai Rp 1.207,2 triliun atau melebihi target sebesar Rp 1.200 triliun.

Penanaman modal selama satu semester ini tercatat masih didominasi oleh investor asing (penanaman modal asing/PMA) yang mencapai Rp 363,3 triliun, atau 53,5 persen dari total realisasi investasi. Sementara penanaman modal yang berasal dari pelaku usaha dalam negeri (penanaman modal dalam Negeri/PMDN) senilai Rp 315,4 triliun.

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinator Penanaman Modal Bahlil Lahadalia memberikan keterangan kepada awak media sesuai konferensi pers realisasi investasi triwulan II-2023, di Kantor Kementerian Investasi, Jakarta, Jumat (21/7/2023).

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinator Penanaman Modal Bahlil Lahadalia memberikan keterangan kepada awak media sesuai konferensi pers realisasi investasi triwulan II-2023, di Kantor Kementerian Investasi, Jakarta, Jumat (21/7/2023).
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan, pihaknya optimistis dapat mencapai target investasi pada tahun 2023 lantaran realisasi satu semester tumbuh positif. Selain itu, pertumbuhan investasi tersebut juga mencerminkan tingginya tingkat kepercayaan investor, baik global maupun dalam negeri, terhadap prospek perekonomian Indonesia.

”Tahun ini, Kementerian Investasi diberikan tanggung jawab untuk menghimpun Rp 1.400 triliun tanpa sektor hulu minyak dan gas bumi serta sektor keuangan sebagai syarat untuk pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen. Ini karena defisit anggaran kita sudah kembali normal, yakni di bawah 3 persen sehingga investasi dibutuhkan untuk menutupi kekurangan itu,” ujar Bahlil dalam konferensi pers Jumat (21/7/2023) di Kantor Kementerian Investasi Jakarta.

BKPM juga mencatat, jumlah investasi pada periode Januari-Juni 2023 secara akumulatif paling besar berada di luar Jawa, yakni senilai Rp 354,9 triliun atau 52,3 persen dari total investasi, sedangkan investasi di Jawa tercatat senilai Rp 323,8 triliun. Investasi di kedua wilayah tersebut sama-sama bertumbuh 16,1 persen secara tahunan.

Pemerataan pembangunan terus didorong dan pemerintah memberikan insentif secara adil bagi daerah-daerah yang infrastrukturnya belum bagus. Ke depan, ketika semua sudah bagus, tentu insentifnya dicabut.

Walakin, lima provinsi dengan jumlah investasi terbesar mayoritas berada di Jawa. Kelima provinsi tersebut ialah Jawa Barat senilai Rp 53,7 triliun, DKI Jakarta senilai Rp 43 triliun, Jawa Timur senilai Rp 31,1 triliun, Sulawesi Tengah senilai Rp 26,6 triliun, dan Banten senilai Rp 24,9 triliun.

Bahlil menambahkan, persentase penanaman modal di wilayah luar Jawa terus meningkat setiap tahunnya. Hal ini menunjukkan, pemerintah berkomitmen untuk terus melakukan pemerataan pembangunan di Indonesia.

”Pemerataan pembangunan terus didorong dan pemerintah memberikan insentif secara adil bagi daerah-daerah yang infrastrukturnya belum bagus. Ke depan, ketika semua sudah bagus, tentu insentifnya dicabut,” lanjutnya.

Baca juga: Investasi Tumbuh Sesuai Target, tetapi Kualitasnya Dipertanyakan

Pada semester pertama tahun 2023 ini, para investor cenderung menanamkan investasi ke sektor padat modal dan padat teknologi. Kelima sektor padat modal tersebut, ialah industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya (Rp 89 triliun); transportasi, gedung dan telekomunikasi (Rp 79,1 triliun); industri pertambangan (Rp 71,4 triliun); perumahan, kawasan industri dan perkantoran (Rp 58,3 triliun), serta sektor kimia dan farmasi (Rp 48,1 triliun).

Padahal, saat ini Indonesia tengah membutuhkan banyak lapangan pekerjaan guna mengurangi tingkat pengangguran. Kecenderungan penanaman modal terhadap sektor padat modal dan padat teknologi, menurut Bahlil, tidak lepas dari arah perkembangan dunia yang semakin maju.

”Ke depannya, pemerintah akan melakukan blending antara tenaga kerja pada sektor padat karya dan keterampilan yang lebih tinggi. Kita perlu menyiapkan jurusan yang sesuai dengan kebutuhan pasar,” tutur Bahlil.

45 comments
generic minoxidil foam

generic minoxidil foam

generic minoxidil foam

orlistat off market

orlistat off market

orlistat off market

Mallory2909

Популярные песни 2026 скачать бесплатно https://shorturl.fm/dfuzp

terbinafine antifungal activity

terbinafine antifungal activity

terbinafine antifungal activity

ketoconazole pharmacodynamic profile

ketoconazole pharmacodynamic profile

ketoconazole pharmacodynamic profile

ivermectin strongyloides treatment overview

ivermectin strongyloides treatment overview

ivermectin strongyloides treatment overview

minoxidil usage faq

minoxidil usage faq

minoxidil usage faq

sildenafil production cost analysis

sildenafil production cost analysis

sildenafil production cost analysis

vardenafil 20 mg reference

vardenafil 20 mg reference

vardenafil 20 mg reference

vardenafil food interactions

vardenafil food interactions

vardenafil food interactions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *